Senin, 09 Agustus 2010

THE JOURNEY TO COLOMBO,SRILANKA

Sedikit cerita dari perjalanan ke Colombo, Srilanka.
Changi International Airport salah satu airport transfer terbaik di dunia, dengan manajemen dan pengelolaan luar biasa. Ini semua dikarenakan karena visi yang jelas dari pemerintah negeri kecil ini, yang menyadari bahwa mereka adalah Negara dengan low natural resources. Satu-satunya sumber yang diandalkan mampu untuk menghidupi Negara ini adalah sector jasa dan perdagangan. Di situlah semua hal ini berawal, setiap usaha dikerahkan untuk memaksimalkan jualan Negara ini yakni jasa dan perdagangan.
Airport Changi lebih mirip Mall daripada Airport, semuanya ditata sangat friendly user.Mulai dari transfer service,  Pusat pertokoan duty free, jasa pertukaran uang, arena bermain anak, theme park, internet gratis, sky train antar terminal, semuanya didedikasikan untuk kenyamanan penumpang. Tetapi semuanya ini dilakukan tanpa mengorbankan standart keamanan airport. Screening di airport ini lumayan ketat, laptop harus dikeluarkan, ikat pinggang, jaket dan sepatu harus dilepas untuk discan

Satu lagi yang hebat adalah adanya ambassador senior dan junior untuk membantu informasi bagi penumpang, yang menarik adalah senior ambasador yang terdiri dari Ci-ci yang lumayan sudah berumur.
Pengalaman menyenangkan lainnya adalah kesempatan untuk melihat langsung pesawat penumpang terbesar di dunia Airbus A-380 double deck. Mudah-mudahan suatu saat nanti punya kesempatan untuk menjadi penumpangnya.
Penerbangannya sendiri dengan Silkair dan Singapore Airlines(SQ) uneventful. Tapi SQ memang layang sebagai maskapai penerbangan bintang 5. GA kayaknya harus berusaha keras untuk mendongkrak reputasinya dari bintang 4 ke bintang 5

SQ Airbus 330-300 yang menjadi tumpangan saya sebenarnya bukan pesawat brand new, tapi karena kualitas perawatannya sangat baik, maka suasana comfy di kabinnyapun terjaga. Belum lagi ditunjang dengan kualitas IFED (krisworld) yang sangat baik, membuat penerbangan ke Colombo yang memakan waktu 4 jam tidak terasa. Yang menarik inflight menunya ada menu nasi ayam rica-rica Manado. Tapi karena tujuan saya kontak dengan kultur lainnya maka saya tidak memilih menu itu, tapi memilih Nasi Char Say dari canton. Beverages SQ full services, mulai dari champagne, redwine, white wine, cocktail, juice, softdrink, semua tersedia on demand. Great service. Mudah-mudahan Emirates (EK) yang akan menjadi tumpagan saya ke Amsterdam nest September sedikit banyak mendekati kualitas SQ. Kontak saya dengan kultur Srilanka akan diceritakan di catatan selanjutnya